Sabtu, 23 Desember 2017

Kotoran sapi sebagai pupuk penyubur pohon pisang



Kotoran sapi sebagai pupuk penyubur pohon pisang



Masyarakat Bali memiliki beranekaragam tradisi dan trategi yang sudah sejak lama diterapkan dikehidupan sehari-harinya. Banyak sekali hal-hal yang biasa diterapkan oleh masyarakat Bali khususnya yang suka bertenak dan bertani sering kali memanfaatkan alam dan sekitarnya sebagai pendukung keberlangsungan kehidupannya. Memanfaatkan alam dan sekitarnya sangat membantu dan sangat bermanfaat bagi kehidupan baik kehidupan tanaman maupun manusia. Baik hewan, tanaman maupun manusia akan saling mempengaruhi satu sama lainnya. 

Para petani maupun peternak , khususnya masyarakat Bali memiliki kebudayaan yang sangat bermanfaat bagi lingkungan dan keberlangsungan kehidupannya yaitu mendirikan kandang sapi yang dilakangnya terdapat tanaman pohon pisang. Ditanamnya pohon pisang dibelakang sapi bukan sematamata karena sengaja melainkan agar pohon pisang yang ditanam akan tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah pisang yang baik pula. Pohon pisang yang ditanam tersebut nantinya akan mendapatkan pupuk yang  membuat pohon pisang subur. Pupuk yang digunakan berasal dari kotoran sapi dan air kencing sapi yang nantinya menjadi pupuk alami yang menyuburkan tanah dan pohon pisang yang ditanam.



Pelestarian Kain Prada khas Klungkung



Pelestarian Kain Prada khas Klungkung



Tradisi membuat kain prada salah satunya terdapat di daerah Klungkung, yang keberadaannya masih eksis dan mendapat tempat di tengah masyarakat pendukungnya. Sentrasentra kerajinan kain prada ini terdapat di daerah pedesaan terpencil Paksebali, Kecamatan Dawan. Seperti misalnya di banjar Satria dapat diketahui sebagian masyarakatnya menekuni kerajinan kain prada, yang pada awalnya aktivitas ini berlangsung hampir di setiap rumah dan keluarga, dikerjakan oleh kaum perempuan untuk mengisi waktu senggang, disela-sela kegiatan rutinnya sebagai ibu rumah tangga. Oleh karena melihat usaha pembuatan kain prada ternyata mempunyai prospek yang cukup menjanjikan, terutama dalam hal finansial, aktivitas pembuatan produk kerajinan akhirnya juga di tekuni oleh kaum laki-laki, bahkan ada yang menjadikannya pekerjaan pokok atau profesi. Produk yang dihasilkan kebanyakan berupa sarana perlengkapan upacara agama berupa ider-ider, payung (tedung), langse, wastra, kampuh, ulon dan yang lainnya. Namun produk yang paling dominan dibuat berupa ider-ider dan payung (tedung untuk perlengkapan sarana upacara).

Melihat produk kerajinan tersebut di atas, nampak proses pengerjaannya terutama pada kain prada nampak sangat sederhana dan melalui beberapa tahapan dengan sistem kerja borongan. Tahap-tahap kerja yang dimaksud adalah pertama, membuat pola atau motif dengan cara disoder untuk memudahkan pemasangan warna prada, oleh karena bahan dasar yang digunakan adalah kain bludru, jika kain dasarnya tidak menggunakan kain bludru motif atau pola di seket dengan pensil; kedua, pemasangan warna prada dengan cara dipoleskan memakai alat kuas pada permukaan pola/motif. Pemasangan prada ini dapat dilakukan oleh kaum wanita dan laki-laki.
Bahan prada yang digunakan adalah warna prada cair. Penerapan teknik pengerjaan lebih menonjolkan keterampilan tangan. Sangat berbeda dengan proses pengerjaan tedung (payung) nampak lebih rumit dengan teknik konvensional, dan hanya sebagian pekerjaan menggunakan alat mesin seperti menjahit, membuat tangkai payung dengan mesin bubut. Teknik pembuatan payung, diawali dengan membuat tangkai payung dengan menggunakan bahan kayu albesia, dikerjakan oleh kaum laki-laki. Dilanjutkan membuat kerangka payung dengan menggunakan kayu, bambu dan benang sebagai pengikat. Apabila kerangka payung telah selesai dikerjakan, langkah berikutnya dengan merakit kain satin, katun, atau bludru pada kerangka payung. Pemakaian dari masing-masing jenis kain tersebut tergantung pesanan, tentunya dengan harga dan kwalitas yang berbeda-beda. Perakitan kain pada kerangka payung juga dilakukan dengan cara dijahit menggunakan mesin jahit. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar jarum tidak patah karena tersentuh bambu. Proses selanjutnya adalah pembuatan rumbai-rumbai payung dengan cara merajutan benang wool. Warna benang disesuaikan dengan warna kain yang digunakan, agar diperoleh keserasian dan keharmonisan warna payung. Langkah terakhir, adalah penerapan ornamen pada payung dengan cara penempelan atau pengolesan prada.
Inilah kain yang menandakan status sosial kalangan bangsawan. Motif prada merupakan hasil lukisan emas yang diterapkan pada sehelai kain. Kain motif keemasan prada, dipergunakan sebagai busana pemotongan gigi maupun pernikahan yang menggunakan payas Ageng sebagai simbolisasi keagungan status sosial pemakainya.

Sumber:
https://handicraftkhasbali.wordpress.com/2013/01/02/seni-kerajinan-kain-prada/
http://aenipraditia.blogspot.co.id/p/blog-page_26.html

Kesenian patung



Kesenian patung

Bali terkenal akan seni yang dimilikinya. Seni yang dimiliki masyarakat Bali sangat beranekaragam diantaranya terdapat patung atau togog atau bedogol.  Dibawah ini merupakan seni patung yang dibuat oleh masyarakat Bali yang dapat menghasilkan serta menambah pemasukan perekonomiannya. Patung yang dibuat bisa dijadikan hiasan rumah dan lain sebagainya.







Menaman pepaya dan singkong



Menaman pepaya dan singkong


Bertani merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh petani dalam menghasilkan panen yang baik dan bagus. Petani yang memiliki keseharian dalam bercocok tanam sering kali mengolah tanah sawah yang dimiliki agar dapat menghasilkan panen yang melimpa.  Seperti yang sedang dilakukan oleh petani yang berasal dari Marga Tabanan  ini. Ia memenfaatkan lahan sawahnya dijadikan sebagai tempat bercocok tanam pohon papaya, dimana nantinya akan menghasilkan buah papaya yang unggul dan daun papaya juga dapat dijual sehingga menambah penghasilan yang dimiliki. Bukan hanya menanam pohon papaya di lahan sawah yang ia miliki melainkan juga menanam singkong yang nantinya dapat menambah pemasukan ekonominya sehari-hari. Di satu lahan pertanian yang sama, petani ini menanam pohon papaya sekaligus menanam singkong yang nantinya daun singkong dijual dipergunakan sebagai  daun singkong sayur.


Menanam pohon singkong dibawah pohon papaya selain untuk menambah perekonomian petani juga untuk dapat menghasilkan panen daun singkong yang bagus dan banyak karena singkong apabila ditanam dibawah pohon akan menghasilkan singkong yang begus sekali dengan daun singkong yang hijau lembut dan tidak hijau tua yang keras.


Jaje waluh makanan khas Bali



Jaje waluh makanan khas Bali


Jika membahas tentang makanan khas, masyarakat Indonesia khususnya Bali tidak pernah henti-hentinya mempunyai keterampilan dalam mengolah buah-buhan maupun tumbuhan lainnya yang nantinya dapat dijadikan makanan dan tentunya makanan tersebut mengandung banyak vitamin dan bergizi bagi tubuh manusia.

Makanan khas masyarakat Bali salah satunya jaje waluh. Waluh merupakan bahasa Bali buah labu. Jaje waluh merupakan jajan yang banyak diminati oleh masyarakat khususnya orang tua.  Labu selain mengandung banyak vitamin dan sangat bermanfaat bagi tubuh , labu juga dapat dijadikan makanan yang sangat enak yaitu bernama “jaje waluh”. Jaje waluh adalah makanan yang terbuat dari buah labu yang berisi sedikit ketan lalu dikukus serta ditasnya diisikan parutan dari kelapa. 

Jaje waluh berasal dari buah labu yang sudah dikupas kulit dan batu di dalamnya lalu dipotong sedemikian rupa bisa berbentung persegi panjang ataupun kotak lalu dikukus beserta dengan ketan yang sudah dicuci bersih lalu di khuhus bersamaan dengan buah labu serta berisi sedikit gula pasir. Setelah matang lalu buahlabu dan ketan diangkat. 

Biasanya toping dari jaje waluh ini adalah parutan kepala yang diparut dan divampur sedikit garam dan gula pasir. Setelah parutan kelapa sudah siap maka parutan kelapa yang sudah tercampur garam dan gula tersebut diletakan di atas hidangan jaje waluh. Memakan jaje waluh ini akan lebih enak dan nikmat apabila dimakan ditemani dengan secangkir kopi, the maupun susu.

Cara membuat tape banten

Cara membuat tape banten Tape banten adalah salah satu sarana yang dipergunakan untuk pelengkap banten seperti soda dan lain sebaga...